Bedah Buku Memoar William Soeryadjaya di UIN Suka, Prof. Abdur Rozaki Tekankan Pentingnya Entrepreneurship Berbasis Etos Spiritual

YOGYAKARTA — UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar acara Seminar Nasional dan Bedah Buku bertajuk "Semangat Hidup dan Pasrah Kepada Tuhan: Memoar William Soeryadjaya" pada Selasa (8/9/2026) bertempat di Convention Hall Lt. 1 UIN Sunan Kalijaga. Acara yang dipandu oleh moderator Putri Sabrina ini dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, tokoh nasional, dan ratusan mahasiswa.

Dalam forum tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi wirausahawan baru guna memperkuat perekonomian nasional dan mengatasi tantangan pengangguran terdidik.

Mengulas isi memoar pendiri Astra tersebut, Prof. Abdur Rozaki memaparkan rute sejarah pembangunan ekonomi Indonesia pasca-kemerdekaan. Mengutip teori John Rostow mengenai *the stages of economic growth* yang melandasi Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), beliau menegaskan bahwa wirausahawan merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi.

Namun, beliau memberi catatan kritis atas pelajaran sejarah dari Peristiwa Malari (15 Januari 1974). Beliau mengingatkan bahwa kerja sama dengan sektor industri maupun modal asing harus berjalan dalam relasi yang seimbang dan tidak merugikan bangsa.

"Indonesia tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pasar konsumen. Kemitraan industri harus dibangun dalam posisi yang setara demi mewujudkan kemandirian dan kedaulatan industri nasional," tegas Prof. Abdur Rozaki.

Prof. Abdur Rozaki juga menyoroti teori David McClelland dalam The Achieving Society, yang menyebutkan bahwa suatu negara butuh minimal dua persen wirausahawan dari total populasi untuk mencapai kemakmuran. Beliau mendorong perguruan tinggi agar tidak terisolasi dari dunia usaha, melainkan aktif menghubungkan (connected) riset akademis dengan kebutuhan industri.

"Perguruan tinggi bertanggung jawab melahirkan 'William Soeryadjaya baru', sosok wirausahawan muda yang tidak hanya berburu lapangan kerja, tetapi mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat luas," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Rozaki mengaitkan nilai-nilai dalam memoar tersebut dengan gagasan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai pembebasan ekonomi warga bawah. Beliau menyinggung pentingnya akses pembiayaan yang adil bagi masyarakat serta pembelajaran dari rekam jejak ikhtiar perbankan masa lalu (seperti Bank Summa) untuk melepaskan warga dari jerat rentenir. Beliau menegaskan bahwa UMKM tetap menjadi katup penyelamat utama ekonomi kerakyatan saat krisis.

Menutup pemaparannya, Prof. Rozaki berpesan kepada para mahasiswa agar menyeimbangkan antara ketekunan ibadah dan keaktifan di "laboratorium kewirausahaan". Beliau menekankan pentingnya menyertakan kesadaran spiritual dan nilai ketakwaan (wa may yattaqillaha yaj'al lahu makhraja) dalam setiap ikhtiar bisnis.

"Semangat kewirausahaan mengusung etos 'tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah'. Ketika kerja keras wirausaha dilandasi nilai ketuhanan dan niat memberdayakan sesama, di situlah keberkahan dan keberlanjutan akan hadir," pungkasnya.