Bukan Sekadar Teori! Karya Energi Hijau Mahasiswa PTKIN di OASE III 2026 Punya Prospek Industri

Kalau mengira riset anak kuliah itu cuma berakhir jadi tumpukan laporan teoretis di perpustakaan, siap-siap ubah asumsi itu. Melalui ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 di Teatrikal FISHUM (Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, inovasi anak muda terbukti melangkah jauh menuju pintu gerbang industrialisasi nyata.

​Kompetisi cabang lomba Teknologi Konservasi Energi untuk Kampus Hijau Mandiri Energi ini diselenggarakan pada hari ini, 5 November 2026. Ajang ini sukses menghadirkan delapan tim finalis mahasiswa terbaik dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara dengan Penanggung Jawab (PJ) Lomba, Dr. Thaqibul Fikri Niyartama, S.Si., M.Si., seluruh rangkaian teknis hingga presentasi akhir berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala berarti berkat kesiapan fasilitas ruangan.

Tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk menjawab tantangan krisis energi global dan mewujudkan kemandirian bangsa melalui riset kampus. Salah satu dewan juri, Dr. Nugroho Budi Wibowo, M.Si., mengungkapkan bahwa ekspektasi tinggi dewan juri terhadap kualitas riset mahasiswa tahun ini benar-benar terwujud. Dari delapan finalis yang tampil, karya-karya yang dipamerkan dinilai sangat aplikatif dan memiliki peluang terbuka untuk dikembangkan ke tahap komersial skala massal. 

​Kedelapan finalis tersebut memamerkan riset spesifik dan solutif yang mencakup berbagai bidang. UIN Alauddin Makassar mengusung inovasi Ecoshell, yakni cat reflektif berbahan limbah cangkang kerang kepah untuk menurunkan panas atap gedung kampus dan menekan penggunaan pendingin ruangan. UIN Mataram menghadirkan Green Berugak Kampus berupa sistem cerdas terintegrasi irigasi dan pengering berbasis energi surya. Sementara itu, UIN Kendari mengembangkan Green-Camp Mandiri Energi menggunakan teknologi Plant Microbial Fuel Cell dengan elektroda karbon cangkang sawit berpori tinggi.

​Inovasi berkelanjutan juga ditunjukkan oleh UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda melalui proyek Greenwater, yakni daur ulang limbah cair masjid menggunakan koagulan kelor dan filter sawit untuk penghematan air. Di bidang konversi energi mekanik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung memamerkan Pijak: Pemanen injakan Jalan Area Kampus Berbasis Mekanisme Leadscrew Sebagai Solusi Alteratif Energi Bersih. Dari sisi pemantauan teknologi cerdas, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merancang Si-Morin Savonius untuk sistem pemantauan real-time PLTB berbasis IoT.

​Tidak ketinggalan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menampilkan Smart-Res Building yang mengintegrasikan bangunan efisien energi dengan sistem keselamatan tanggap darurat gempa. Perwakilan UIN Salatiga juga mencuri perhatian lewat inovasi Solar Tracker berbasis IoT, yakni panel surya portabel dinamis yang bergerak otomatis mengikuti arah matahari untuk menggantikan genset outdoor berdasarkan analisis kebutuhan lapangan. Perwakilan UIN Salatiga pun menutup antusiasmenya dengan menyampaikan kesan positif terhadap jalannya kompetisi, "OASE keren!". 

Dr. Nugroho Budi Wibowo menegaskan bahwa meskipun produk-produk riset ini masih memerlukan beberapa tahap pengembangan lanjutan, karya-karya tersebut sangat mungkin untuk didorong ke ranah industri. Dengan dukungan teknis yang optimal dari panitia, riset mahasiswa PTKIN ini diharapkan tidak berhenti sebatas trofi kompetisi, melainkan menjadi produk nyata yang mampu memperkuat pilar ketahanan energi Indonesia sekaligus menembus kancah global