Dari Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Karya Inovasi 34 PTKIN Siap Dipamerkan di Ekspo OASE III

YOGYAKARTA, Kemahasiswaan UIN Suka – Ratusan mahasiswa terbaik dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di Kota Gudeg. Olimpiade Agama, Seni, dan Riset Mahasiswa (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 digelar pada 3–7 November 2026 dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Ajang tingkat nasional ini diikuti 496 finalis dari 49 PTKIN se-Indonesia. Mereka lolos dari tahap seleksi di kampus masing-masing dan kini bersaing di babak final. Selama dua hari hari para peserta akan beradu gagasan, kemampuan, dan karya di hadapan para dewan juri.

Selain perlombaan, panitia menyiapkan ekspo inovasi supaya hasil kerja mahasiswa tidak berhenti di meja juri. Ekspo ini diikuti 34 PTKIN dan berlokasi di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Pembukaannya dijadwalkan pada 4 November 2026.

Lewat ekspo, pengunjung bisa melihat langsung produk riset, temuan teknologi, dan gagasan kreatif dari kampus-kampus Islam negeri di berbagai daerah. Panitia berharap ajang ini juga menjadi ruang temu bagi para peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menjajaki kerja sama, baik antarperguruan tinggi maupun dengan dunia usaha dan industri.

Tahun ini ekspo dimeriahkan stan dari berbagai kampus. Peserta dari Jawa antara lain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dari Sumatra hadir UIN Sumatera Utara Medan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Imam Bonjol Padang, dan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Maluku turut berpartisipasi UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, UIN Alauddin Makassar, UIN Datokarama Palu, UIN Mataram, dan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon. Di sisi lain, Dharma Wanita dan Kementerian Agama RI ikut mengisi deretan stan.

OASE III diharapkan melahirkan generasi mahasiswa PTKIN yang unggul secara intelektual, berakhlak, serta mampu menjawab persoalan masyarakat lewat riset dan inovasi. Kehadiran peserta dari seluruh Indonesia juga mempererat jejaring antarkampus keagamaan Islam negeri.

Masyarakat umum dan sivitas akademika dipersilakan mengunjungi ekspo yang berlokasi di halaman pascasarjana untuk melihat langsung karya-karya anak bangsa. (timwebkemahasiswaan)