Direktur Diktis Kemenag RI Prof. Sahiron Syamsuddin Tutup OASE III PTKIN 2026: Bekali Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045

YOGYAKARTA, Kemahasiswaan UIN Suka  — Closing Ceremony Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat malam, (6/11/2026). Ajang bergengsi tingkat nasional yang telah berlangsung sejak 3 November 2026 ini ditutup secara khidmat dengan agenda inti berupa awarding atau pengumuman pemenang dari berbagai cabang lomba serta penghargaan ekspo OASE.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., hadir untuk menutup rangkaian acara secara resmi. Dalam sambutannya, Prof. Sahiron menyampaikan apresiasi tinggi kepada tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta seluruh pihak yang menyukseskan gelaran akbar ini.

"Atas nama Kementerian Agama, kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Rektor dan seluruh jajarannya yang sudah berhasil melaksanakan kegiatan OASE yang luar biasa ini," ujar Prof. Sahiron di hadapan para rektor, wakil rektor, pimpinan PTKIN se-Indonesia, dan ribuan mahasiswa.

Dalam arahannya di hadapan para peserta, Prof. Sahiron menekankan pentingnya peran generasi muda PTKIN dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, waktu menuju tahun 2045 tinggal menyisakan sekitar 19 tahun lagi, di mana estafet kepemimpinan bangsa nantinya akan dipegang oleh para mahasiswa yang hadir dalam kompetisi tersebut.

"Untuk memasuki Golden Age of Indonesia, syaratnya cuma dua. Pertama, bangsa Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang kedua, tentunya kita harus menjadi masyarakat yang beragama dan bermoral," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi seperti OASE merupakan batu loncatan kecil yang sangat berharga. Namun, modal utamanya tetaplah kesungguhan dalam menempuh perkuliahan, penguasaan ilmu di bidang masing-masing, serta budaya riset dan diskusi yang berkualitas.

Sebagai bentuk komitmen Kemenag RI dalam mendukung kualitas lulusan PTKIN, Prof. Sahiron juga memaparkan berbagai program strategis dari Direktorat Diktis bagi mahasiswa, salah satunya adalah program Prima Magang. Program ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa semester akhir agar mendapatkan pengalaman profesional langsung di dunia industri.

"Pada tahun 2025 kemarin, ada sekitar 50 perusahaan yang mau menampung adik-adik untuk magang. Dari total 619 mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut, sekitar 16 persen di antaranya langsung terserap di dunia kerja," ungkapnya.

Malam puncak penutupan OASE III PTKIN 2026 ini ditutup dengan pengumuman para juara dari berbagai cabang kompetisi agama, sains,  dan riset, serta penyerahan medali dan boneka bagi para pemenang yang disaksikan langsung oleh seluruh kontingen dari Sabang sampai Merauke. (timwebkemahasiswaanuinsk)