Dua Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jadi Presenter dalam Konferensi Internasional Psikologi Islam di UIN Antasari Banjarmasin

Banjarmasin, Kemahasisswaan UIN Suka - Dua mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhamad Barqi Asila dan Rendito Angger Pranata, berkesempatan menjadi presenter dalam ajang The International Conference on Islamic Psychology (ICIP) 2026. Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) UIN Antasari Banjarmasin pada Jumat, (7/8/2026) secara hybrid melalui Zoom dan tatap muka langsung di Kampus 1 UIN Antasari, Banjarmasin.

Muhamad Barqi Asila merupakan mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, sementara Rendito Angger Pranata berasal dari Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Keduanya tampil sebagai presenter setelah abstrak yang mereka ajukan dinyatakan lolos seleksi panitia konferensi.

Konferensi yang mengusung tema psikologi Islam ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. Sambutan turut disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, S.Ag., M.Ag., serta Ketua Panitia Konferensi, Imadduddin, M.A., M.Kes.

Acara juga menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speakers), yakni Prof. Dr. Salasiah Binti Hanin Hamjah dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Ulfiah, M.Si., CPCE., MCE. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Prof. Dr. M. Zainal Abidin, M.Ag. dari UIN Antasari Banjarmasin. Jalannya acara dipandu oleh Riza Saputra, M.A. selaku moderator, dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Nadia Novianti dan doa oleh Dr. H. Ahmad Mujahid, M.A.

Konferensi menggunakan bahasa pengantar Inggris dan Indonesia, serta menghadirkan sesi presentasi paralel yang terbagi ke dalam sejumlah ruang diskusi (breakout rooms), diikuti oleh pemakalah baik secara luring maupun daring. Panitia tidak memungut biaya pendaftaran bagi seluruh peserta.

Menanggapi keikutsertaannya, Barqi dan Rendito mengaku senang atas kesempatan yang mereka dapatkan. “Perasaan saya cukup gembira, abstrak kami diterima dengan baik dan berkesempatan presentasi dalam forum. Konferensi ini sangat menarik mengangkat topik psikologi Islam, yang belum banyak orang ketahui. Banyak insight yang didapat, baik dalam sesi seminar maupun presentasi secara paralel, yang harapannya ke depan bisa terus digali dan dikembangkan,” ujar keduanya.

Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan wawasan keilmuan bagi mahasiswa, khususnya di bidang psikologi Islam yang masih tergolong jarang dikaji secara mendalam.

Editor: Maghrisul Akhiroh Syam