Hari Kedua Rakor OASE III PTKIN: UIN Sunan Kalijaga Bersama PTKIN Se-Indonesia Matangkan Teknis Perlombaan dan Penataan Dewan Juri

YOGYAKARTA, Kemahasiswaan UIN Suka — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melanjutkan rangkaian agenda strategis nasional melalui Rapat Koordinasi (Rakor) OASE III PTKIN Se-Indonesia. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Kamis (15/10/2026), agenda difokuskan pada pemaparan teknis dari masing-masing bidang perlombaan guna mematangkan kesiapan menuju ajang puncak yang akan dihelat pada bulan November mendatang.

Rakor penting ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga sekaligus Ketua Forum Wakil Rektor III PTKIN Se-Indonesia, para penanggung jawab bidang lomba dari kampus tuan rumah, serta jajaran tim dari Forum Warek III PTKIN se-Indonesia yang turut mendampingi dan mempersiapkan kontingen masing-masing perguruan tinggi.

Pada hari kedua, masing-masing penanggung jawab lomba dari UIN Sunan Kalijaga memaparkan detail petunjuk teknis (juknis) dari 18 cabang perlombaan yang terbagi ke dalam berbagai rumpun, mulai dari Rumpun Agama, Rumpun Sains dan Rumpun Riset.

Setiap sesi pemaparan diikuti dengan diskusi interaktif. Para perwakilan PTKIN memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan masukan, saran konstruktif, serta menggali informasi lebih mendalam guna memastikan standarisasi perlombaan berjalan objektif, transparan, dan adil bagi seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam rakor hari kedua adalah adanya pembaruan jadwal dan sinkronisasi teknis pelaksanaan ujian berbasis digital (Computer-Based Test/ CBT). Kebijakan ini diberlakukan khusus untuk cabang lomba dari rumpun MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) serta Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ):

Simulasi CBT Daring: Akan dilaksanakan serentak pada 20 Oktober 2026 di kampus masing-masing peserta. Simulasi ini diwajibkan untuk mengecek kesiapan perangkat, jaringan internet, serta pengenalan sistem aplikasi agar ujian resmi dapat berlangsung lancar tanpa kendala teknis.

Ujian CBT Resmi Daring: Diselenggarakan serentak pada tanggal 22 Oktober 2026.

Progres Pengajuan Juri dan Prinsip Seleksi Dewan Juri

Selain teknis perlombaan, agenda hari kedua mengevaluasi progres pengajuan dewan juri dari PTKIN luar serta menyepakati prinsip dasar penentuannya. Pemilihan juri mengedepankan pemerataan keterwakilan PTKIN (maksimal 1 juri per PTKIN per lomba) dan kualitas kompetensi yang dinilai dari rekam jejak CV, kualifikasi akademik (doktor/profesor), serta pengalaman penjurian tingkat nasional maupun internasional.

Sistem penetapan juri juga mengatur otomasi bagi usulan tunggal yang sesuai kebutuhan, penetapan berdasarkan evaluasi CV jika usulan melebihi kuota, serta hak penuh bagi UIN Sunan Kalijaga selaku tuan rumah untuk menunjuk juri profesional jika terdapat cabang lomba yang belum terisi usulan.

Agenda rapat turut diisi dengan sinkronisasi verifikasi data peserta kontingen. Proses ini berkaitan erat dengan tahapan validasi akhir untuk pengumuman peserta by name kepada seluruh PTKIN se-Indonesia. Melalui koordinasi yang intensif ini, UIN Sunan Kalijaga selaku tuan rumah berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sukses demi melahirkan talenta-talenta unggul berprestasi di ranah nasional. (timwebkemahasiswaanuinsuka)