Jelang PORSI JAWARA II, UIN Sunan Kalijaga Kuatkan Soliditas Kontingen
Yogyakarta, Kemahasiswaan UIN Suka — Hampir 100 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersiap berangkat ke UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PORSI JAWARA) II yang berlangsung 9–13 September 2026. Bukan hanya kesiapan teknis di masing-masing cabang lomba, mereka juga dibekali dengan penguatan kekompakan sebagai satu kontingen.
Pembekalan tersebut dikemas dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kontingen PORSI JAWARA II yang digelar di Omah Kecebong, Sleman, Kamis (3/9/2026). Berbeda dari sekadar pemberian materi, kegiatan sehari penuh ini banyak diisi dengan aktivitas team building yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai cabang olahraga, seni, dan ilmiah.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyebut persiapan menuju PORSI JAWARA II di UIN Gusdur sebagai peristiwa bersejarah sekaligus forum terhormat bagi UIN Sunan Kalijaga dan mahasiswanya. Ajang ini, menurutnya, menjadi kesempatan untuk menunjukkan bakat, minat, dan keterampilan di bidang seni maupun olahraga.
"Jangan kalah sebelum bertanding, berikan yang terbaik untuk UIN Suka," pesan Rektor kepada para kontingen.
Rektor juga meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahap persiapan dan pertandingan dengan sungguh-sungguh serta semangat tinggi.
"Semuanya harus diikuti dan dilakukan dengan semangat yang tinggi. Tunjukkan bahwa UIN Suka bisa. Semangat dan sukses," tegasnya.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Abdur Rozaki, menegaskan bahwa target juara tetap menjadi tujuan, tetapi nilai persahabatan dan solidaritas antarmahasiswa PTKIN dinilai jauh lebih penting untuk dijaga.
"Kita memang ingin memiliki target juara, tapi jauh lebih dari itu, kita ingin membangun persahabatan, menjaga pertemanan antar satu dengan yang lain, terutama para mahasiswa di lingkungan PTKIN," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kontingen yang berangkat ke Pekalongan bukan sekadar kumpulan atlet dari cabang masing-masing, melainkan representasi satu kesatuan: UIN Sunan Kalijaga.
"Kita hadir ke UIN Pekalongan itu bukan sebatas atlet per cabang lomba, tapi kita datang ke UIN Pekalongan itu sebagai satu tim UIN Sunan Kalijaga," tegasnya.
Prof. Abdur Rozaki juga berpesan agar mahasiswa saling membantu, membangun soliditas, dan mengesampingkan ego pribadi yang berpotensi merusak kebersamaan tim, sembari tetap menjaga nama baik almamater melalui sikap selama berkompetisi.
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengenal lintas cabang lomba yang sebelumnya jarang mereka temui. Lita, atlet bulutangkis ganda putri yang akan tampil untuk kedua kalinya di PORSI JAWARA, mengaku kegiatan tersebut membantunya mengenal lebih banyak rekan dari cabang lain sekaligus bertemu kembali dengan teman lama.
"Kita bisa mengenal cabor-cabor yang lain yang membawa nama UIN Sunan Kalijaga juga. Terus kenal sama teman-teman yang mungkin tahun lalu juga ikut, bertemu kembali," katanya.
Mufid, perwakilan cabang Musabaqah Syarhil Qur'an (MSQ), menilai format kegiatan tahun ini lebih efektif membangun kedekatan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak berisi materi. Meski durasinya hanya satu hari, interaksi lintas kelompok melalui permainan dan aktivitas makan bersama dinilainya justru mempererat hubungan antarpeserta.
"Walaupun ini harinya lebih singkat, satu hari full, tapi menurutku ini lebih maksimal karena bonding yang kita dapatkan itu lebih kuat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa mahasiswa dalam satu fakultas pun belum tentu saling mengenal tanpa momen semacam ini.
Kesan positif juga disampaikan Fahril, perwakilan cabang peradilan semu. Ia mengapresiasi perhatian kampus terhadap sisi non-teknis persiapan mahasiswa, di luar sekadar kesiapan bertanding.
"Yang saya dapatkan di sini tentunya adalah teman baru, relasi baru, pengetahuan baru, dan saya sangat bersyukur bisa dapat itu," ucapnya.
Dengan bekal tersebut, hampir 100 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kini bersiap bertolak ke Pekalongan membawa target masing-masing. Namun di atas semua capaian pribadi, ada satu semangat yang mereka bawa bersama: bertanding sungguh-sungguh, menjunjung sportivitas, saling mendukung, dan menjaga nama baik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta — satu kontingen, satu almamater.