KOLABORASI KEMANUSIAAN UIN JOGJA BERSAMA GUSDURIAN JOGJA GELAR SAHUR BERSAMA DI UIN SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA – Semangat kemanusiaan dan demokrasi menggema di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Selasa dini hari (3/3/2026). Tokoh bangsa sekaligus Ibu Negara ke-4 RI, Dr. (HC). Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum., hadir untuk melaksanakan kegiatan Sahur Bersama yang dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai elemen.

Acara yang mengusung tema "Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi" ini merupakan hasil kolaborasi antara GUSDURian Jogja, Puan Amal Hayati, dan UIN Sunan Kalijaga. Panitia menyediakan sedikitnya 1.000 porsi sahur gratis yang dinikmati bersama oleh jajaran rektorat, dosen, mahasiswa, ulama, hingga komunitas ojek online dan paguyuban becak di Yogyakarta.


Meneladani Nilai Kebangsaan Gus Dur

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, dalam sambutannya menyampaikan rasa takzim atas kehadiran Shinta Nuriyah. Ia berharap kehadiran beliau mampu melecut semangat sivitas akademika untuk terus mengawal nilai-nilai yang diperjuangkan almarhum Gus Dur.

"InsyaAllah, kehadiran beliau meningkatkan semangat kita untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, kemanusiaan, dan toleransi. Momentum Ramadan kali ini menjadi sangat bermakna karena mengajarkan kesadaran dan integritas untuk mengawal nilai kemanusiaan," ujar Prof. Noorhaidi.

Pesan Kemanusiaan: "Mereka Adalah Saudara Kita"

Dalam tausiyahnya yang menyentuh, Ibu Shinta Nuriyah menekankan pentingnya menyapa kaum dhuafa dan marjinal secara langsung. Beliau menceritakan pengalamannya bersahur di berbagai tempat tak terduga—mulai dari bawah kolong jembatan bersama kuli, di tengah pasar, hingga di pinggir laut—demi merangkul mereka yang sering terlupakan.

"Mereka adalah manusia ciptaan Allah SWT yang sama dengan kita. Mereka punya semangat dan kejujuran untuk bertahan hidup di tengah perbedaan budaya, suku, dan agama," tutur Shinta Nuriyah di hadapan para jamaah.

Beliau juga mengapresiasi keberagaman Indonesia yang tercermin dalam kehadiran berbagai komunitas, termasuk para pengemudi ojek online (ojol) yang turut menyambutnya dengan hangat. Beliau mengingatkan bahwa di tengah keberagaman bahasa dan budaya, seluruh masyarakat—termasuk mahasiswa—adalah satu kesatuan Indonesia.

Menutup dengan Doa dan Kebersamaan

Acara ditutup dengan santap sahur bersama yang penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, Shinta Nuriyah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan rasa persaudaraan yang kuat, tanpa memandang sekat sosial maupun latar belakang.