Permadani Peduli Ke-2: Penerima KIP-Kuliah UIN Sunan Kalijaga Gelar Bakti Sosial di Samigaluh, Kulonprogo

YOGYAKARTA – Program Permadani Peduli yang digagas oleh para penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali hadir dengan gelaran keduanya. Bertempat di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan bertajuk "Permadani Peduli Ke-2" ini resmi dilangsungkan pada Jumat, 12 April 2026. Mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, para awardee KIP-Kuliah UIN Sunan Kalijaga hadir membawa tiga agenda utama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat setempat.

Gotong Royong: Mempererat Tali Silaturahmi Dengan Warga


Rangkaian kegiatan dibuka dengan aksi kerja bakti bersama masyarakat di sekitar wilayah Samigaluh. Para mahasiswa bahu-membahu dengan warga setempat untuk membersihkan dan merawat lingkungan sekitar. Kegiatan ini bukan sekadar aksi fisik semata, melainkan menjadi jembatan keakraban antara civitas akademika UIN Sunan Kalijaga dengan masyarakat pedesaan di Kulonprogo.

Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai-nilai Islam dan kearifan lokal terasa kental dalam kegiatan ini. Para peserta kegiatan pun mendapat sambutan hangat dari warga yang turut berpartisipasi aktif selama berlangsungnya kerja bakti.

Sosialisasi KIP-Kuliah di SMKN 1 Samigaluh: Membuka Pintu Pendidikan Tinggi


Agenda kedua yang tak kalah penting adalah pelaksanaan sosialisasi beasiswa KIP-Kuliah yang diselenggarakan di SMKN 1 Samigaluh. Para awardee KIP-Kuliah UIN Sunan Kalijaga berbagi pengalaman dan informasi seputar program beasiswa pemerintah ini kepada para siswa-siswi SMK yang tengah mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan tinggi.

Dalam sesi sosialisasi ini, mahasiswa memaparkan berbagai hal penting, antara lain:

       Syarat dan ketentuan pendaftaran beasiswa KIP-Kuliah

       Besaran manfaat yang diperoleh penerima beasiswa

       Alur dan mekanisme seleksi beasiswa

       Pengalaman nyata para mahasiswa sebagai awardee KIP-Kuliah UIN Sunan Kalijaga

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu membuka wawasan para pelajar, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu, bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi berkualitas. Program KIP-Kuliah hadir sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri.

Bantuan Sosial di Panti Lansia Santa Monika Boro: Berbagi Kasih kepada Sesama

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta Permadani Peduli Ke-2 mengunjungi Panti Lansia Santa Monika Boro untuk menyerahkan bantuan sosial kepada para penghuni panti. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk berinteraksi langsung, mendengarkan cerita, serta memberikan perhatian dan kehangatan kepada para lansia yang membutuhkan.

Kunjungan ke panti lansia ini menjadi pengingat pentingnya nilai kepedulian sosial yang harus senantiasa dipupuk di kalangan generasi muda. Sebagai penerima manfaat negara melalui beasiswa KIP-Kuliah, para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa mereka siap berkontribusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya mengejar prestasi akademik semata.

Makna di Balik Permadani Peduli


Permadani Peduli merupakan program pengabdian masyarakat yang digagas oleh komunitas penerima beasiswa KIP-Kuliah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Melalui program ini, para awardee tidak hanya menerima manfaat beasiswa untuk diri sendiri, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab kepada bangsa.

Kegiatan Permadani Peduli Ke-2 di Samigaluh, Kulonprogo ini membuktikan bahwa kampus Islam terkemuka di Yogyakarta tersebut tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang peka sosial, berjiwa pengabdi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Dengan semangat "dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk masyarakat", Permadani Peduli diharapkan terus hadir dan memberikan dampak positif yang lebih luas di masa-masa mendatang.


Penulis: Maghrisul Akhiroh Syam