Sukses Lahirkan Agen Perubahan, UIN Sunan Kalijaga Gelar Puncak Kalijaga Changemakers ke-3

YOGYAKARTA, Kemahasiswaan UIN Suka — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan puncak ajang apresiasi mahasiswa bertajuk Kalijaga Changemakers (KCM) ke-3 pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang bertujuan mendorong kreativitas, kepedulian sosial, dan lahirnya agen perubahan dari kalangan mahasiswa ini dihadiri sekitar 300 penonton dari kalangan civitas academica.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga beserta jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si. 

Turut hadir tiga dewan juri, yakni Dina Mariana, S.H., M.H., peneliti Institute for Research and Empowerment (IRE);  Hamzah Sahal, Direktur NU Online; serta Abdul Qoyum, S.E.I., M.Sc.Fin., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga. Acara juga dihadiri oleh civitas academica dan dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Crescendo Music.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga menekankan bahwa Kalijaga Changemakers memiliki makna strategis bagi perkembangan universitas, terutama dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Event ini mempunyai makna yang sangat penting bagi perkembangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan ditetapkannya UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus peringkat ke-2 terbaik di Indonesia berdasarkan WUR, kita sekarang dengan gagah bisa menatap masa depan yang lebih baik. Dan tentu rangking yang diperoleh bukan tiba-tiba turun dari langit, tetapi melalui ikhtiar yang luar biasa dan sangat serius melalui aspek-aspek substansi, kebijakan-kebijakan pendidikan, pengajaran, riset, dan pengabdian masyarakat," ungkap Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup hanya diukur melalui pencapaian akademik. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kapasitas diri, menghasilkan karya, dan berkontribusi melalui kegiatan yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.

"KCM, salah satu atmosfer yang dibangun agar kegiatan mahasiswa tidak hanya berpikir bagaimana menyelesaikan kuliah dengan cumlaude. Cumlaude tidak cukup dan sudah terlalu banyak. Maka yang benar-benar hebat itu kita ubah menjadi summa cumlaude, IPK-nya 3,91 ke atas ditambah punya artikel yang terbit di jurnal nasional terakreditasi atau internasional bereputasi. Juga acara KCM ini sangat penting untuk mendukung mimpi dan ikhtiar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Kalijaga Changemakers tahun ini memberikan perhatian lebih pada hasil nyata dari program yang dijalankan mahasiswa. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan finalis dalam mempresentasikan gagasan atau rancangan program, tetapi juga pada implementasi, dampak yang telah dihasilkan, serta keberlanjutan program tersebut.

Dengan pendekatan tersebut, KCM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan sejauh mana gagasan yang mereka kembangkan mampu menjawab persoalan di masyarakat. Program yang dipresentasikan diharapkan tidak berhenti sebagai rencana, tetapi dapat memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.

Antusiasme Mahasiswa dan Gagasan Perubahan Sosial

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme mahasiswa dalam mengikuti Kalijaga Changemakers ke-3. Menurutnya, semangat peserta dan beragam gagasan kreatif yang dihadirkan menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial.

"Di event Kalijaga Changemakers yang ketiga ini tahun 2026, atmosfer para mahasiswa untuk mengikuti kompetisi ini animonya masih sangat besar. Ide-ide kreatifnya itu juga sangat luar biasa," jelas Prof. Abdur Rozaki.

Ia menambahkan bahwa gagasan yang dikembangkan mahasiswa mencerminkan keinginan untuk menghadirkan perubahan di lingkungan sekitar sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Ini artinya bahwa mahasiswa UIN Sunan Kalijaga memiliki pergulatan gagasan yang luar biasa, memiliki kepedulian yang sangat luar biasa, dan memimpikan lingkungan baru, mungkin juga ke depan Indonesia baru yang terus-menerus digeluti," tambahnya.

Melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial dan menerjemahkannya menjadi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran dewan juri dari latar belakang penelitian, media, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat turut memberikan perspektif yang beragam dalam proses penilaian karya para finalis.

Terkait aspek penilaian, perwakilan dewan juri mengungkapkan bahwa ada beberapa indikator utama yang menjadi dasar penentuan pemenang KCM ke-3.

"Semuanya bagus, tentu saja pertimbangan pertamanya itu orisinalitas. Yang kedua, memang ini kira-kira benar-benar memberikan dampak yang luas. Yang ketiga, poin penting, ini memang aspek bisa dieksekusi dalam jangka panjang, artinya sustainability-nya. Jadi, itu poin-poin yang tadi menjadi pertimbangan kami," tutur dewan juri.

Tujuh Finalis Tampilkan Program Unggulan

Pada puncak Kalijaga Changemakers ke-3, tujuh finalis terpilih mempresentasikan karya dan program pengabdian masyarakat di hadapan dewan juri dan penonton. Ketujuh finalis tersebut adalah:

1. Jasmine Jannatul Ma'wa L — AKSARA

2. Febri Amin Nurrohman — Jogja Kelana

3. Hanania Rahima Putrina K — Harmonest

4. Siti Zahwa Qurratul Ainiah — Peace Young Leaders

5. Fatah ElHusein — Jejakarsa (Kalijaga Festival Amal)

6. Nur Cahyanti — Laboratorium Kehidupan Masyarakat

7. Syaamil Aufa Azzufar — BookDate

Ketujuh finalis tersebut memaparkan program yang telah dikembangkan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat. Presentasi menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menjelaskan pelaksanaan program, hasil yang dicapai, serta potensi keberlanjutan dampak yang dihasilkan.

Harmonest Raih Posisi Pertama

Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, Harmonest yang digagas Hanania Rahima Putrina K berhasil menempati posisi pertama dalam Kalijaga Changemakers ke-3. Posisi kedua diraih Peace Young Leaders yang digagas Siti Zahwa Qurratul Ainiah, disusul Laboratorium Kehidupan Masyarakat yang digagas Nur Cahyanti pada posisi ketiga.

Berikut hasil akhir Kalijaga Changemakers ke-3 tahun 2026:

1. Harmonest — Hanania Rahima Putrina K

2. Peace Young Leaders — Siti Zahwa Qurratul Ainiah

3. Laboratorium Kehidupan Masyarakat — Nur Cahyanti

4. Jejakarsa (Kalijaga Festival Amal) — Fatah ElHusein

5. BookDate — Syaamil Aufa Azzufar

6. AKSARA — Jasmine Jannatul Ma'wa L

7. Jogja Kelana — Febri Amin Nurrohman

Penyelenggaraan Kalijaga Changemakers ke-3 menjadi salah satu upaya UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, khususnya dalam melahirkan gagasan inovatif dan program yang berdampak bagi masyarakat. Melalui ajang ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial.

Dengan demikian, Kalijaga Changemakers diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang memiliki kepedulian, kreativitas, dan komitmen terhadap perubahan, sekaligus mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Indonesia. (timwebkemahasiswaan)