Thoriq Ahmadi, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Torehkan Prestasi Presenter Internasional di Konferensi Fatwa MUI Studies
Yogyakarta, Kemahasiswaan UIN Suka— Thoriq Ahmadi, mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengharumkan nama almamater melalui prestasinya sebagai presenter tingkat internasional dalam ajang 10th International Annual Conference on Fatwa MUI Studies. Konferensi bergengsi ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berlangsung selama tiga hari, Ahad hingga Selasa, 26–28 Juli 2026, bertempat di Hotel JS. Luwansa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Dalam ajang tersebut, Thoriq berhasil meraih capaian sebagai presenter pada kategori internasional, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas riset dan kemampuan akademiknya mampu bersaing di forum ilmiah lintas negara.
Konferensi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan ulama, akademisi, dan pejabat negara, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa nama yang hadir di antaranya jajaran Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Pimpinan Komisi Fatwa MUI, Dr. KH. Afifuddin Muhajir, Prof. serta Dr. KH. M. Asrorun Niam Sholeh, M.A.
Forum ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh fatwa dari kancah internasional, seperti Syekh Prof. Dr. Nazir Mohamed Ayyad, Mufti Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Mufti Brunei Darussalam, dan Mufti India. Turut hadir pula Prof. Dr. KH. Shofiyullah Muzammil, M.A., serta Prof. Dr. Mudofir, S.Ag., M.Pd. selaku Guru Besar UIN Walisongo, dan Prof. Dr. K.H. Shofiyullah Muzammil, M.Ag., Guru Besar Filsafat Hukum UIN Sunan Kalijaga.
Menyampaikan kesannya usai mengikuti konferensi internasional tersebut, Thoriq mengaku bersyukur dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari forum akademik berskala internasional yang mempertemukan para ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas isu-isu kontemporer dalam kajian fatwa.
"Mengikuti International Annual Conference on Fatwa MUI Studies merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya merasa bersyukur dapat berada dalam forum akademik internasional yang mempertemukan para ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai isu-isu kontemporer dalam studi fatwa," ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut memberinya banyak pelajaran berharga, mulai dari pentingnya menjaga kualitas riset, keberanian menyampaikan gagasan di tingkat internasional, hingga membangun jejaring akademik yang lebih luas. Menurutnya, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan keilmuan apabila terus belajar, berusaha, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Di akhir pernyataannya, Thoriq berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak ragu mencoba berbagai kesempatan, meskipun pada awalnya terasa berada di luar batas kemampuan diri.
"Pesan saya kepada teman-teman mahasiswa adalah jangan ragu untuk mencoba berbagai kesempatan, meskipun pada awalnya terasa di luar kemampuan kita. Teruslah mengembangkan diri, tekun dalam belajar dan meneliti, serta berani menunjukkan karya kepada dunia. Setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat menjadi jalan menuju kesempatan-kesempatan yang lebih besar," pungkasnya.
Editor: Maghrisul Akhiroh Syam