Tiga Mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga Tampil di Konferensi Internasional ICONIE ke-4
Yogyakarta, Kemahasiswaan UIN Suka — Tiga mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil tampil sebagai presenter dalam The 4th International Conference on Islam and Education (ICONIE) yang berlangsung pada 18-19 Mei 2026. Ketiganya adalah Rendito Angger Pranata, Najma Namiril Kamilah, dan Yunita Aulia Kasyfa.
Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) secara hybrid, yakni melalui daring dan luring di Hotel Howard Johnson. Acara ini diikuti oleh sekitar 200 akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara.
Ketiga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tersebut berhasil lolos seleksi dan mempresentasikan paper berjudul "Phenomenology of Adaptation and Coping Strategies Among Non-Muslim Students at Islamic University". Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menyusun makalah serta menyampaikan presentasi sepenuhnya dalam bahasa Inggris atau bahasa Arab, sekaligus menjawab pertanyaan dari peserta lintas instansi dan negara.
Rendito Angger Pranata mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini menjadi pengalaman berharga bagi timnya.
"Proses penyusunan gagasan dalam bahasa Inggris, baik dalam bentuk tulisan maupun presentasi daring, sebagai tantangan tersendiri yang kami lalui hingga akhirnya abstrak paper mereka diterima setelah melewati rangkaian seleksi, ini merupakan pengalaman berharga kami," ujar Rendito.
Sejumlah pakar hadir sebagai narasumber dalam konferensi ini, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqien, Ph.D.; perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Sri Harini, M.Si.; serta Ketua Dewan Pakar Pergerakan Sekolah Penggerak Kemanusiaan (PSPK), Dr. Itje Chodidjah, M.A. Selain itu, konferensi turut menghadirkan pembicara dari luar negeri, yakni dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, National Vocational Education Center (NVEC) Vietnam, dan University of Adelaide, Australia.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyampaikan bahwa tema konferensi tahun ini menantang para peserta untuk menjembatani tiga pilar penting, yakni transformasi digital, kearifan budaya, dan kehidupan harmonis.
"Bahwa di era kecerdasan buatan dan teknologi digital yang terus berkembang, pendidikan Islam harus mampu beradaptasi untuk memperkuat nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Tentunya peserta perlu menjalani tiga pilar yaitu transformasi digital, kearifan budaya, dan kehidupan harmonis," ungkap Rektor UIN GusDur.
Senada dengan hal itu, Dekan FTIK UIN Gus Dur, Prof. Muhlisin, menyampaikan bahwa pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar pada budaya dan nilai kemanusiaan.
Keikutsertaan tiga mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam ICONIE ke-4 ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam forum akademik internasional, sekaligus menunjukkan kiprah kampus di kancah pendidikan Islam global.
Editor: Maghrisul Akhiroh Syam